Cara Menghitung Biaya Membangun Rumah Sendiri

Seputarjasa.com – Berikut ini Cara menghitung biaya membangun rumah sendiri untuk anda yang memamng mau membangun rumah sendiri. Kebanyakan masyarakat saat ini dalam membangun rumah menggunakan jasa dari kontraktor, karena dirasa lebih praktis.

Langsung membeli rumah baru, juga dirasa lebih simple dan praktis oleh sebagian orang dari pada harus  membangun dari awal. Tetapi juga tidak sedikit yang ingin membangun rumah sendiri dari awal. Hal ini membangun rumah dari awal dapat didesain sesuai dengan keinginan.

Berikut ini kami sajikan beberapa hal yang harus di perhatikan dalam membangun rumah sendiri

cara menghitung biaya bangun rumah sendiri


5 Hal yang mempengaruhi besarnya biaya bangun rumah


Berikut ini beberapa hal yang bisa mempengaruhi besarnya biaya membangun rumah, seperti:

Lokasi rumah: Biaya yang digunakan untuk membangun rumah impian Anda akan banyak dipengaruhi oleh lokasi atau tempat dimana akan membangun rumah. Karena komponen harga bahan bangunan serta biaya kontraktor yang pastinya punya standar harga yang  berbeda untuk tiap kota.

Luas bangunan: Semakin luas bangunan rumah impian anda yang mau dibangun, maka biaya yang dikeluarkan juga semakin tinggi.

Jumlah lantai: Dalam meembangun rumah, ada rumah dengan  2 lantai dan 1 lantai. Diamana pastinya membangun rumah 2 lantai mengeluarkan biaya yang berbeda dengan membangun rumah 1 lantai. Rumah dengan 2 lantai mempunyai sistem struktur yang berbeda dari rumah 1 lantai dan pada umumnya memakai lebih banyak material.

Jumlah ruangan: Jumlah ruangan di dalam rumah yang akan di bangun, seperti ruang tidur, dapur. Kamar mandi, dan lainnya akan mempengaruhi biaya yang dibutuhkan dalam membangun rumah.

lJenis materia: Bahan material yang akan digunakan dalam membangun rumah akan sangat berpengaruh secara keseluruhan terhadap biaya konstruksi.  Mulai dari biaya material lantai, atap, dinding, dsb.

Itulah 5 hal singkat apa-apa saja yang akan mempengaruhi besarnya biaya yang anda keluarkan saat membangun rumah sendiri. Sekarang kita cek beberapa tahapan dalam  menghitung biaya bangun rumah.


5 cara menghitung biaya bangun rumah


Anda mau menhitung besarnya biaya membangun rumah anda sendiri? Nah, berikut ini kami sajikan 5 cara menghitung biaya bangun rumah. Saat Anda sudah bisa mengetahui besarnya biaya dalam bangun rumah per meter, maka Anda bisa membuat estimasi besar anggaran yang anda perlukan untuk membangun rumah dan anda dapat menyesesuaikan dengan budget yang anda miliki.

Berikut ini 5 tahapan yang bisa anda gunakan untuk membuat perhitungan biaya dalam membangun rumah.

1. Menghitung Luas Lahan

Mengetahui luas lahan yang akan digunakan untuk membangun rumah menjadi hal pertama yang harus diketahui. Pengukuran terhadap luas lahan dimana akan menjadi tempat membangun rumah sebaiknya dilakukan dengan teliti. Hal ini demi untuk mendapatkan kepastian data yang akurat guna efektifnya proses pembangunan kelak.

Dalam pengukuran luas lahan, Anda bisa meminta bantuan kepada jasa kontraktor rumah untuk melakukan penghitungan atau jika anda ingin lebih hemat biaya, coba lakukan perhitungan luas lahan sendiri dengan beberapa cara berikut:

Persiapkan alat dan bahan, seperti:Benang ukur, water pass, kalkulator bangun rumah, roll meter, pengukur sudut, theodolit.

Bersihkan juga lahan dari benda-benda yang bisa menghalangi dari pekerjaan anda.

Mulai lakukan pengukuran panjang dan lebar tanah dengan menggunkan roll meter atau theodolit.

Ukurlah juga sudut tanah dengan menggunkan pengukur sudut dan theodolit.

Ukurlah juga lebar jalan yang melintang depan.

Buatlah data dari hasil pengukuran yang telah dilakukan dan gunakan hasil tersebut saat membuat sketsa.

Itulah cara-cara dalam melakukan pengukuran luas lahan atau tanah yang akan menjadi lokasi dalam pembanguna hunian baru

2. Menghitung Biaya Desain

Tahap berikutnya adalah menghitung biaya desain arsitek atau biaya jasa desain interior yang akan membuatkan desain rumah sesuai dengan keinginan Anda. Disini, anda disarankan untuk memakai jasa arsitek profesional karena beberapa hal:


Untuk menghindari resiko atas terjadinya kesalahan dalam struktur konstruksi rumah yang akan dibangun.

Biaya atas jasa desain arsitek memang menambah anggaran biaya anda dalam membangun rumah, tetapi pada akhirnya akan menekan biaya pengeluaran anda. Mengapa? Sebab jasa arsitek juga bisa membantu anda dalam membuat RAB (Rencana Anggaran Biaya), sehingga biaya tak akan membengkak bilamana kontraktor dan klien sepakat dan berpedoman pada perhitungan RAB tersebut.

Jasa Arsitek bisa membantu anda dalam memberikan sarannya untuk membangun rumah yang tidak hanya sekedar indah, tetapi juga rumah yang fungsional.

3. Menghitung biaya Kebutuhan Material Bangunan

Bila rumah yang akan di bangun semakin luas dan bertingkat maka kebutuhan akan material bahan bangunan yang digunakan juga semakin banyak. Itulah sebabnya, kenapa dalam perhitungan biaya pembangunan rumah 2 lantai berbeda dengan rumah 1 lantai atau bahkan rumah 3 lantai. Maka dari itu buatlah daftar jenis-jenis dan banyaknya material bahan bangunan yang di perlukan, seperti:

Pasir: Digunakan sebagai bahan campuran semen dan biasanya dipilih yang mengandung campuran lumpurnya sedikit. Saat ini harga material pasir bervariasi tergantung dengan jenisnya kisaran harganya adalah Rp 185.000  hingga Rp 250.000 per meter kubik.

Semen: Semen yang digunakan sebagai bahan perekat misalnya saat akan membangun dinding, fondasi, kusen, lantai, dll. Harga semen itu bervariasi tergantung dari merek dan umumnya harga berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per 50 kg

Batu kali: Material ini digunakan dalam membuat fondasi yang dicampur dengan pasir dan semen. Selain batu kali, bahan material fondasi lainnya yaitu batu bata, batu gunung dan batu putih. Harga dari material batu kali berkisar antara Rp 195.000 hingga Rp 200.000 per meter kubik.

Besi/ baja: Ada beberapa bagian rumah yang menggunakan besi/ baja untuk menyangga atau memperkuat bangunan. Untuk harga besi beton itu berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 100.000 tergantung dari lebar penampang. Sedangkan harga untuk baja berkisar antara Rp 60.000 per batang.

Batu bata merah: Batu bata untuk membangun dinding dan bagian rumah lainnya. Untuk batu bata yang beredar saat ini ada jenis batu bata biasa dengan kisaran harga Rp 725  per biji dan batu bata oven kisaran Rp 900 per biji. Selain batu bata, anda bisa menggunakan Batako ataupun bata ringan atau hebel.

Kayu: Kayu banyak digunakan untuk atap rumah ataupun pelapis dinding. Harga kayu itu bervariasi dan tergantung dari jenisnya. Ada banyak kegunaan kayu untuk pembangunan rumah, seperti kayu reng, galar dan kasau berkisar Rp 15.000 hingga Rp 95.000 per biji dengan panjang 4 meter. Ada juga kayu balok dengan harga yang lebih mahal sebesar Rp 200 ribuan per batangnya.

Inilah beberapa bahan material yang digunakan dalam pembangunan rumah. Masih ada banyak sekali bahan-bahan material yang digunakan. Buatlah daftar bahan-bahan material yang akan di gunakan tersebut dalam RAB atau anggaran biaya bangun rumah tipe 36, 45 dan tipe-tipe lainnya.

4. Menghitung Biaya Tenaga Kerja/Tukang

Untuk biaya tenaga kerja yang timbul akan berbeda-beda antar kota di Indonesia. Serta untuk besar kecilnya upah lerja juga ikut dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, keterampilan dan pengalaman pekerja itu sendiri. Misalnya para pekerja mengerjakan rangka besar, penggalian tanah, atap, memasang kusen, batu bata, dll.

Ada 3 sistem yang digunakan dalam menghitung biaya tenaga kerja, yaitu:
Sistem upah pekerja harian
Sistem upah pekerja borongan jasa
Sistem upah pekerja borongan penuh

5. Menghitung Biaya Final

Nah, tibalah saat bagaimana cara menghitung biaya dalam membangun rumah minimalis, rumah sederhana atau rumah yang mewah sekaligus. Dari angka-angka yang timbul dari biaya desain rumah, material, tenaga kerja, dan luas lahan, sudah dapat diambil kesimpulan untuk biaya keseluhan dalam membangun rumah.

Semua biaya-biaya tersebut, silahkan anda jumlahkan dan hasilnya adalah berupa anggaran yang sekiranya pasti dan harus anda keluarkan untuk iaya bangun rumah. Jasa arsitek atau jasa kontraktor akan menawarkan RAB sendiri kepada kliennya. Tapi Anda tidak perlu khawatir, tetap dapat membuat perkiraan sendiri.

Dengan mengetahui besarnya dan cara menghitung biaya bangun rumah sendiri yang telah Anda buat, Anda jadi tahu apakah RAB yang ditawarkan oleh jasa arsitek tersebut sudah sesuai dengan harga pasaran atau tidak. Bila biaya yang sudah dibuat terlalu mahal, maka Anda dapat mengubah gaya desain yang ada.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel